Wednesday, 8 March 2017
Untuk meningkatkan kualitas pemuda Purbalingga khususnya mahasiswa, ENERGI BARU GEMALINGGA menggagas kegiatan pelatihan kepemimpinan yang bernama Sekolah Pemuda Perwira (SPP). Kegiatan ini bertujuan membentuk calon-calon pemimpin yang berkarater, memahami tentang ke Purbalinggaan, dan menambah kemampuan intelektual pemuda Purbalingga.
"Output dari SPP saya berharap pemuda khususnya mahasiswa harus segera memposisikan dirinya untuk mengambil peran dalam kemajuan Purbalingga dengan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan" Agung menambahkan.
Thursday, 15 December 2016
OPEN RECRUITMENT PESERTA UNIVERSITAS PCF 2017
1.
PU yang ikut serta dalam PCF terlebih dahulu melakukan pendsaftaran dengan mengajukan
surat permohonan keikutsertaan PCF kepada Ketua Bidang Pendidikan GEMALINGGA
(apabila membutuhkan contoh format dan surat, bisa langsung menghubungi public
relation PCF 2017). (Pasal 9A PERATURAN ORGANISASI (PO) : 002/
GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG PCF 2017)
* PU adalah wadah perkumpulan mahasiswa Purbalingga di
universitas bersangkutan
** Apabila tidak ada wadah perkumpulan, bisa diwakili beberapa
individu mahasiswa Purbalingga di universitas
bersangkutan
2. PU wajib menyampaikan konten
terkait akses pendidikan yaitu info keringanan UKT untuk PTN dan informasi
beasiswa untuk PTN dan PTS. (Pasal 9B
PO No: 002/ GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG
PCF 2017)
3.
Materi keringanan UKT dan informasi beasiswa diserahkan kepada panitia paling
lambat tiga hari sebelum hari pelaksanaan PCF dan akan di cek langsung oleh
Sekretaris Jenderal GEMALINGGA. (Pasal 9C
PO No: 002/ GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG
PCF 2017)
4.
Apabila poin nomor 2 tidak terpenuhi saat proses pengecekan (poin nomor 3) oleh
Sekretaris Jenderal GEMALINGGA, maka PU akan mendapat sanksi tidak bisa mengikuti PCF. (Pasal 9D PO No: 002/ GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG PCF 2017)
5. PU wajib mengimplementasikan tema
dan konsep acara PCF dalam dekorasi stand. (Pasal 9E PO No: 002/
GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG PCF 2017)
6. PU wajib terlibat dalam GERAKAN
SUMBANG BUKU, dengan menyumbangkan minimal 5 buku per universitas dan
dikumpulkan saat technical meeting.
7. PU wajib membentuk
1 orang koordinator universitas untuk nantinya berkoordinasi dengan panitia.
8. PU bersedia
mengikuti Technical Meeting yang diadakan panitia.
9. PU diwajibkan menyiapkan slide power
point dan 2 orang guna mempresentasikan universitas sesuai jadwal yang diatur panitia. (materi
slide power point diberikan mengikuti poin nomor 3)
10. PU Menyiapkan
brosur dari universitas yang bersangkutan.
11. PU tidak
dikenakan biaya pendaftaran.
·
FASILITAS UNTUK
PESERTA UNIVERSITAS
1. Stand
2. Meja
& Kursi
3. Listrik
4. Snack dan Minuman
5. PU berkesempatan mendapatkan
penghargaan sebagai Peserta Universitas Terbaik. (Pasal 9F PO No: 002/
GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG PCF 2017)
6. Penghargaan Peserta Universitas
Terbaik diberikan kedalam bentuk dana, produk sponsor, dan sertifikat. (Pasal 9G PO No: 002/ GEMALINGGA/ XI/ 2016 TENTANG PCF 2017)
7. PU mendapatkan
sertifikat keikutsertaan dalam PCF 2017. (Pasal
9H PO No: 002/ GEMALINGGA/ XI/ 2016
TENTANG PCF 2017
·
ALUR PENDAFTARAN
1. Pendaftaran dilakukan dengan mengajukan
surat permohonan keikutsertaan PCF kepada Ketua Bidang Pendidikan GEMALINGGA
dan diserahkan ke koordinator public relation (PR) PCF atau bisa dikirim
melalui email pcfair2017@gmail.com.
*bagi yang mengirim lewat email untuk konfirmasi kepada
koordinator PR setelah pengiriman.
**mohon mencantumkan contact person yang bisa dihubungi pada
surat permohonan
2. PU menunggu pemberitahuan
technical meeting dari koordinator PR PCF
3. PU datang ke technical meeting
untuk persiapan PCF dari panitia
·
LAIN – LAIN
1. Terbatasnya
kelistrikan saat acara, PU untuk membawa terminal / colokan listrik sesuai
kebutuhan masing-masing stand.
2. Mengingat cuaca
yang cukup panas dan lembab di area indoor GOR Mahesa Jenar serta terbatasnya
pendingin ruangan, PU untuk membawa kipas angin sesuai kebutuhan masing-masing
stand.
Monday, 2 November 2015
BAGI PEMUDA PURBALINGGA, PABRIK LEBIH MENARIK DARIPADA SEKOLAH?
BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemuda Purbalingga lebih tertarik untuk masuk ke pabrik bulu mata dan rambut palsu dibanding untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ini adalah masalah yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi serius.
Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga), Agum Wicaksana berkata, kondisi dimana lulusan SMP dan SMA tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi mencerminkan ada yang salah dengan cara pandang masyarakat terhadap pendidikan. “Padahal pendidikan itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas masyarakat Purbalingga dan akan membantu peningkatan kesejahteraan mereka,” kata Agam saat melakukan audiensi dengan Pejabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo, belum lama ini. “Kami prihatin dengan apa yang terjadi pada masyarakat karena enggan untuk bersekolah namun lebih memilih menjadi buruh pabrik. Kami meminta pemda untuk ada tindakan kongkrit mengatasi permasalahan tersebut,” imbuh Agum.
Masalah di dunia pendidikan ini coba dipecahkan Gemalingga dengan menggelar Purbalingga Campus Fair (PCF). Program pameran universitas ini digelar setiap awal tahun dan bertujuan untuk memberikan informasi tentang perguruan tinggi kepada siswa SMA. “Dalam PCF nanti kawan-kawan mahasiswa wajib memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terkait seluruh informasi tentang perguruan tinggi, dan PCF adalah gerakan baru di Purbalingga untuk membangun paradigma pentingnya pendidikan tinggi,” kata Agum.
Penjabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo berkata, Pemkab berusaha mengatasi masalah pendidikan itu dengan menggandeng sektor swasta. Budi senang dengan inisiatif dari berbagai elemen untuk mengatasi masalah tersebut.
Pilkada Bagongan Memprihatinkan, Gemalingga: Lihat Kualitas Calon!
BRALING.COM, PURBALINGGA – Sejumlah elemen masyarakat di Kota Perwira terus mengungkapkan keprihatinannya terhadap pelaksanaan Pilkada Purbalingga yang bakal digelar 9 Desember 2015. Bahkan, di media sosial, pelaksanaan pilkada terus jadi trending topic.
Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) menilai pelaksanaan pilkada yang sarat rekayasa politik ini sudah mencederai nilai-nilai demokrasi yang tengah berkembang di masyarakat Purbalingga. Rakyat Kota Braling sudah menyebut pilkada kali ini sebagai Pilkada Bagongan.
“Pilkada bagongan seperti ini jelas melukai semangat demokrasi,” kata Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Gemalingga, Agum Wicaksana kepada Braling.com.
Gemalingga mengajak masyarakat tidak asal pilih. Rekam jejak kinerja maupun personal calon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga harus menjadi perhatian utama. Pilkada Purbalingga harus berlandaskan pada kelayakan seseorang untuk memimpin Purbalingga lima tahun ke depan.
“Apakah si calon layak atau tidak, bersih dari kasus korupsi atau tidak? Jangan sampai kita memilih mereka karena dari partai yang kita sukai atau malah dari keturunan siapa,” kata Agam.
Di lain sisi, Gemalingga juga menyebut bahwa pelaksanaan pilkada yang memunculkan fenomena calon bagongan membuktikan bahwa partai politik di Purbalingga gagal dalam melahirkan calon pemimpin. Ada masalah dalam rekruitmen kader terbaik.
Menjadi OKP KNPI Purbalingga, Ini Tujuan Utama Gemalingga
BRALING.COM, PURBALINGGA – Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) masih terus berusaha untuk mewarnai gerakan kaum muda di Purbalingga. Kini, salah satu cara yang mereka tempuh adalah dengan bergabung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purbalingga.
Dalam Musyawarah Kabupaten KNPI Purbalingga, Gemalingga telah resmi menjadi bagian dari Organisasi Kepemudaan KNPI Purbalingga. “Kami ingin mewarnai gerakan pemuda dan KNPI,” kata Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Gemalingga, Agum Wicaksana.
Pada muskab yang digelar pekan ketiga Agustus 2015, KNPI Purbalingga resmi dipimpin oleh Agil Kusumasari. Agil menggantikan Asih Sulistiyowati. Agil adalah politisi Demokrat yang berteman baik dengan Asih yang adalah politisi Golkar.
Friday, 30 October 2015
Refleksi 87 Tahun Sumpah Pemuda: Saatnya Mahasiswa Purbalingga Bergerak!
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Sumpah Pemuda. Inilah peringatan terhadap pengakuan pemuda-pemudi indonesia yang mengikrarkan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Sumpah Pemuda tersebut dibacakan pada 28 Oktober 1928, hasil rumusan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesiche Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta. Gedung ini sekarang dijadikan Museum Sumpah Pemuda.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak utama dalam pergerakan Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi api yang mampu menggelorakan semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Indonesia kala itu. Dan yang lebih penting, pengorbanan yang dilakukan generasi muda untuk merebut kemerdekaan Indonesia didasari oleh rasa ikhlas tanpa pamrih tentang jabatan apa yang bakal mereka dapatkan kelak.
Tak terkecuali bagi mahasiswa asal Purbalingga sudah saatnya merealisasikan peran tanggung jawabnya untuk bergerak membangun kota perwira yang menjadi kebanggaan kita semua. Saat ini Purbalingga memasuki era dimana industrialisasi pabrik yang tersebar disudut kabupaten dari perkotaan hingga pedesaan. Mengatasnamakan untuk kesejahteraan rakyat maka investasi adalah solusi mengatasi masalah kemiskinan di Purbalingga. Di sisi lain bom waktu sudah sangat siap untuk meledak melihat dari generasi muda yang mulai meninggalkan sekolahnya karena memilih untuk menjadi buruh di pabrik. Generasi muda Purbalingga sepertinya sudah mulai masuk perangkap pembodohan secara tidak langsung akibat kebijakan pembukaan investasi pembangunan pabrik secara gila-gilaan.
Melihat fenomena ini, mahasiswa Purbalingga perlu kembali di setrum tentang makna sumpah pemuda dimana generasi muda Indonesia untuk memiliki impian tinggi dan semangat untuk mewujudkannya. Mahasiswa Purbalingga sudah saatnya bersatu dan bergerak melawan pembodohan yang terjadi pada saudara kita yaitu generasi muda kota perwira. Saat ini generasi muda perwira sudah terlena dengan pembodohan karena ulah dari sebuah kebiajakan yang tidak mengabaikan pentingnya pembangunan manusia. Sudah saatnya mahasiswa Purbalingga bergerak melakukan kampanye kepada kawan-kawan kita generasi muda perwira tentang pentingnya arti sebuah pendidikan. Tak hanya itu mahasiswa sudah mulai bergerak menentang kebijakan ngawur ini dengan merapatkan barisan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Purbalingga.
Meminjam sebuah Quotes dari Nelson Mandela “Bahwa pendidikan adalah senjata paling kuat dan ampuh untuk mengubah dunia. Untuk itulah, pendidikan di setiap negara harus menjadi masalah yang diprioritaskan dan segera ditangani.”
Thursday, 1 January 2015
Campus Fair 2015
Wah ngga terasa sudah tahun 2015 nih. Pasti banyak resolusi-resolusi yang sudah teman-teman rencanakan. Ngomong-ngomong tentang resolusi, apa si resolusi kalian di 2015? apa kalian pengin cepat menyelesaikan skripsi? pingin ngga bermasalas-malasan lagi? atau buat kalian yang sekarang kelas 6, 9 dan 12 pingin lulus terus diterima di sekolah favorit?
Oh ya, mengingat sekolah favorit pasti buat kalian yang sekarang kelas 12 pingin diterima di universitas favorit kalian kan? tapi kalian sudah tahu belum tentang calon kampus kalian? Pastinya kalian sudah mulai browsing tentang kampus favorit kalian kan? Tapi, kalau sekedar browsing saja banyak informasi - informasi yang tidak ada di internet atau malah informasi itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Waah bahaya tuh kalo salah dapat informasi. Saran sih kalian tanya langsung ke kakak kelas, tetangga mungkin, teman, atau siapapun deh yang kalian kenal, yang kuliah di kampus idaman kalian. Dengan begitu kalian akan mendapat informasi yang lebih bisa diandalkan. Ya kan?
Tapi buat kalian yang tidak punya kerabat yang kuliah di sana mungkin sedikit kebingungan. Tapi tenang, Gerakan Mahasiswa Purbalingga tahun ini kembali menyelenggarakan acara "Campus Fair" kok. Acaranya bakal diadakan pada 24 - 25 Januari 2015 di Gedung Mahesa Jenar Purbalngga. Kalian bakal ketemu sama kakak - kakak dari berbagai universitas lho. Jadi kalian bisa kepoin mereka tuh tentang kampus - kampus idaman kalian. Ada banyak sekali kampus yang ikut di Campus Fair ini lho. Berikut daftar universitas yang ada di Campus Fair 2015 : Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga - Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII), Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM), Politeknik Negeri Semarang (POLINES), Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES), Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (AKPER PEMPROV JATENG).
Gimana? luangkan waktu kalian untuk mengunjungi acara ini ya!!! karena banyak banget manfaat dan keseruan yang akan kalian dapatkan di acara ini.
Tuesday, 1 April 2014
Pemilu Menjenuhkan Memicu Tingginya Golput
Kabid Polotik Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga), Muhammad Agum Wicaksana menilai bahwa kondisi tersebut membuat pemilu di kalangan pemuda kian terasa menejuhkan.
“Pemilu sebagai Pesta Demokrasi 5 Tahunan tidak mampu merubah kondisi Indonesia,” kata Agum saat acara Ngobrol Politik (Ngopi) yang digelar Gemalingga di Balai Desa Bojanegara, Sabtu (29/3).
Ngopi gelaran perdana ini mengangkat tema “Peran Pemuda Dalam Mengawal Pemilu 2014”. Sejumlah organisasi pemuda turut dalam kegiatan diskusi tersebut.
Gemalingga berharap, Pemilu 2014 bisa melahirkan wakil rakyat yang idak korup. Aturan penyelenggaran pemilu yang berintegritas juga sebaiknya segera diwjudkan.
“Pemuda sebisa mungkin turut mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat agar menjadi pemilih cerdas tentunya agar lebih selektif dalam memilih caleg,” kata Dhimas Agung Ramadhan, panelis lainnya.
Salah satu peserta, Selintan menyebut gelaran itu sangat membantunya memperoleh berbagai informasi tentang Pemilu "Harapannya kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dengan tema-tema yang menarik," ujar dia.
Sumber : BRALING.COM
http://www.braling.com/pemilu-menjenuhkan-memicu-tingginya-golput.purbalinggaFriday, 28 March 2014
NGOPI Bareng GEMALINGGA
Tahun 2014 merupakan tahun politiknya Indonesia, sebentar lagi akan diselenggarakan Pemilu, yups tanggal 9 April kita bakal memilih Anggota Legislatif baik untuk tingkat I, II, maupun DPR RI. Banyak kalangan anak muda yang belum tahu akan peran pemuda dalam pemilu. Maka dari itu kami dari GEMALINGGA mengadakan acara NGOPI bersama GEMALINGGA(Gerakan Mahasiswa Purbalingga) yang bertemakan "Yang Muda Yang Nyoblos! Peran Pemuda Dalam Mengawal Pemilu 2014". "NGOPI" disini merupakan singkatan dari Ngobrol Politik.
Jangan lewatkan acara NGOPI yang akan diadakan pada Hari Sabtu, 29 Maret 2014, bertempat di Balai Desa Bojanegara Pukul 15.30 WIB.
Jangan lupa datang ya!!!
Saturday, 15 February 2014
16 Kampus Ramaikan Universitas Fair 2014
PURBALINGGA,Sebanyak 16 kampus meramaikan Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) University Fair 2014 di GOR Mahesa Jenar Purbalingga, baru-baru ini.
Kampus yang turut membagikan informasi dunia perkuliahan pada stand Universitas Fair 2014 dengan tema “Education For All” ini adalah UI, UGM, Unsoed, STAN, ITB, Unpad, Unnes, Undip, UNS, Polines, UIN, UNY, UMY, UTY, STI AAN dan Akper Provinsi Jateng.
Humas University Fair 2014, Aurora Windy Imanisa mengemukakan, acara yang digelar di GOR Mahesa Jenar Purbalingga, 18-19 Januari 2014 ini ditujukan sebagai pusat informasi tentang perguruan tinggi.
"Target dari acara ini tidak hanya siswa-siswi kelas 12 saja namun juga orang tua, guru dan masyarakat Purbalingga. Sebab seluruh masyarakat berhak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," ujar dia.
Organisasi yang beranggotakan mahasiswa asal Purbalingga ini akan menambah sejumlah agenda dalam pameran ini. Yakni, donor darah, sumbang buku dan musik akustik, pantomim, teatrikal, band dan nonton film.
Acara ini bekerjasama dengan Pemkab Purbalingga, Dinas Pendidikan, Disbudparpora, KNPI, PMI, Ngapak Dablongan, CLC, Teater SiAnak Unsoed, Sedulur Pantomime Purwokerto, Komunitas Musik Purbalingga, The 45 Band.
Sumber : suaramerdeka.com
Gemalingga Berbagi Info Dunia Kampus
PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) menyelenggarakan University Fair 2014 di GOR Mahesa Jenar Purbalingga Sabtu-Minggu (18-19/1). Kegiatan itu menyediakan berbagai informasi mengenai perkuliahan dan dunia kampus.
Tidak kurang mahasiswa asal Purbalingga dari 20 perguruan tinggi ikut dalam kegiatan bertema Education For All (pendidikan untuk semua) tersebut. Masing - masing Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Gajah Mada (UGM Yogyakarta), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Politeknik Negeri Semarang (Polines) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UTY, STI AAN dan Akper Prov Jateng.
Sejak Sabtu siang, ribuan siswa kelas 12 memadati arena University Fair tersebut. Dengan telaten, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gemalingga itu memberikan penjelasan kepada para yuniornya tersebut. Pada acara itu, siswa dan orangtua siswa mendapat informasi lengkap mengenai berbagai hal mengenai dunia kampus, termasuk biaya perkuliahan.
“Masing- masing universitas menyampaikan paparan dan berbagi informasi maupun berkonsultasi di stand masing-masing. Diharapkan para siswa dan orangtua siswa serta masyarakat secara umum bisa memilih dengan bijak sesuai dengan minat dan kemampuan sebelum memutuskan mendaftar ke perguruan tinggi,” tutur Ketua Panitia University Fair 2014, Awang Adi Nugroho, kemarin. .
Pada kesempatan yang sama, organisasi yang beranggotakan mahasiswa asal Purbalingga ini menambah sejumlah selama pameran. Yakni donor darah, menyumbang buku, pertunjukan musik akustik, pantomim, teater, band dan film.
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumbr Daya Manusia (SDM), Drs Subeno MSi . Usai pameran dibuka, ribuan siswa berbagai SMA berjubel memadati stand yang disediakan. Rata-rata berombongan dari sekolah dan menanyakan informasi berbagai perguruan tinggi dan program studi yang tersedia.
Seorang siswi kelas 12 sebuah SMA di Purbalingga, Wahyuningsih mengaku sangat terbantu oleh kegiatan tersebut . Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh ke lokasi universitas atau browsing di internet.
“Kan semua informasi disediakan, kita tinggal datang dan tanya yang dibutuhkan. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Sumber : BanyumasNews.com
1.200 Pengunjung Padati University Fair 2014
PURBALINGGA, SATELITPOST- Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) kembali menggelar University Fair. Sedikitnya 20 universitas turut membagikan informasi dunia perkuliahan .Event yang bertajuk “Education For All” ini digelar di komplek GOR Mahesa Jenar Purbalingga, Sabtu dan Minggu (18-19/1).
Beberapa kampus yang berpartisipasi dalam Universitas Fair 2014 antara lain UI, UGM, Unsoed, STAN, ITB, Unpad, Unnes, Undip, UNS, Polines, UIN, UNY, UMY, UTY, STI AAN, Akper Prov Jateng, STIPRAM, dan RAJAWALI.
Ketua Panitia University Fair 2014, Awang Adi Nugroho mengatakan, setiap universitas yang ikut dalam event ini akan melakukan presentasi serta membuka stand untuk berbagi informasi maupun berkonsultasi. Disamping itu, para orangtua juga bisa berbagi informasi terkait biaya perkuliahan yang selama ini dinilai tinggi maupun informasi lainnya. Di setiap stand yang ada, akan tersedia mahasiswa yang menjelaskan dengan detail.
“Harapan kami, para orangtua siswa, siswa sekolah, serta masyarakat secara umum, mudah menerima solusi saat berniat melanjutkan perkuliahan,” ujarnya, Minggu (19/1).
Selain acara yang diprakarsai organisasi yang beranggotakan mahasiswa asal Purbalingga ini, juga ada agenda selama pameran berlangsung dari tanggal 18-19, di antaranya donor darah, sumbang buku, pertunjukkan musik akustik, pantomim, teatrikal, band dan pemutaran film.
“Animo peserta mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, dari data yang kami sediakan, sedikitnya 1.200 pengunjung telah datang kesini. Selain itu, kami juga menggandeng sejumlah mediamasa, pemkab dan dinas terkait serta organisasi maupun komunitas di Purbalingga dan sekitarnya,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, ratusan pengunjung memadati 16 stand yang disediakan. Mereka yang datang rata- rata rombongan dari sekolah-sekolah yang berada di Purbalingga. Mereka menanyakan informasi berbagai perguruan tinggi dan program studi yang tersedia.
Sarlina, siswi kelas 12 yang datang bersama kawannya mengaku, dirinya sangat terbantu dengan adanya event ini. Ia dan teman- temannya mengaku tak usah jauh- jauh ke lokasi universitas yang menjadi incaran mereka.
“Semua informasi sudah lengkap di sini, kita tinggal datang dan nanya apa yang ingin kita tahu. Ini sangat membantu dan kami puas dengan jawabannya,” ujarnya.
Senada dengan Sarlina, Agung, siswa SMA Negeri 1 Padamara mengatakan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Informasi mengenai kampus incarannya sudah lengkap ditangannya.
“Semoga kegiatan ini tetap berlangsung terus setiap tahunnya. Ini benar benar sangat membantu kami, terutama siswa kelas 12 yang selanjutnya akan meneruskan ke jenjang perkuliahan,” katanya.
Sumber : SatelitPost
UNIVERSITY FAIR 2014 "EXPO UNIVERSITAS 2014"
Dari GEMALINGGA akan mengadakan UNIVERSITY FAIR atau EXPO UNIVERSITAS di Purbalingga, tepatnya di GOR MAHESA JENAR PURBALINGGA. Expo akan diadakan pada hari Sabtu - Minggu tanggal 18-19 Januari 2014. Selain expo, juga akan ada event lain seperti DONOR DARAH, PAGELARAN SENI, SUMBANG BUKU, dan juga ada FOODCOURT.
Sumber :
http://kudunggaundip.blogspot.com/2014/01/university-fair-2014.html
Sumber :
http://kudunggaundip.blogspot.com/2014/01/university-fair-2014.html
Ribuan Orang Datangi University Fair 2014
PURBALINGGA - Universitas Fair 2014 yang digelar dua hari selama akhir pekanini berlangsung sukses. Lebih dari 1200 orang datang ke pameran universitas yang melibatkan sedikitnya 20 kampus itu.
Pengunjung yang datang ke acara tahunan yang mengangkat tema “Education for All” itu pun tidak hanya dari kalangan pelajar. Akan tetapi juga guru, orang tua bahkan masyarakat umum.
“Kebanyakan siswa tertarik dengan stand mahasiswa dari kampus di Yogyakarta,” tutur Humas Universitas Fair 2014, Aurora Windy Imanisa kepada braling.com, Minggu (19/1).
Kampus yang meramaikan Universitas Fair 2014 di antaranya UI, UGM, Unsoed, STAN, ITB, Unpad, Unnes, Undip, UNS, Polines, UIN, UNY, UMY, UTY, STI AAN dan Akper Provinsi Jateng dan STIPRAM.
“Animo peserta mengalami kenaikan dibanding Tahun sebelumnya,dari data yang kami sediakan, sedikitnya 1200 pengunjung telah datang ke sini,” tutur Ketua Panitia, Awang Adin Nugroho.
Awang mengatakan, Universitas Fair tidak hanya mengenalkan siswa kelas XII ke dunia perkuliahan, namun juga memberikan informasi tentang biaya perkuliahan dan berbagai agendaorganisasi mahasiswa daerah.
“Harapan kami, para orangtua siswa, siswa sekolah, serta masyarakat secara umum, mudah menerima solusi saat berniat melanjutkan perkuliahan,” ujar Awang.
Sumber : BRALING.COM
Sukento Berharap Gemalingga Jadi Organisasi yang Mandiri

PURBALINGGA - Seorang pemimpin yang baik yakni, dapat mengaktualisasikan tingkah laku yang baik. Tidak korupsi dan tidak ngapusi, dan saling menghargai dan bekerjasama.
Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaedrianto mengungkapkan, pihaknya berpesan kepada Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) sebagai organisasinya mahasiswa Purbalingga agar menjadi sebuah organisasi yang solid, dan organisasi yang berorientasi pada aksi, bukan organisasi yang hanya bisa berorientasi pada apa yang mau dilakukan.
"Pembiayaan organisasi harus cari sendiri, Pemkab hanya sebagai mengawali proses, sehingga Gemalingga menjadi organisasi yang mandiri," ujarnya, Minggu (9/2/2014).
http://jateng.tribunnews.com/2014/02/09/sukento-berharap-gemalingga-jadi-organisasi-yang-mandiri
Aga Sukma Pimpin Gemalingga
PURBALINGGA - Aga Sukma Dewantama terpilih menjadi Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Purbalingga atau Gemalingga periode 2014-2015. Ia terpilih dalam Kongres I Gemalingga, 24-25 Januari 2014.
Kongres yang digelar di aula Kelurahan Bancar itu dihadiri sejumlah organisasi perkumpulan mahasiswa Purbalingga di antaranya Kumangga, Kemangga, Mahangga, Ramagata dan Permangga.
Anang Kurniawan, mantan Ketua Umum Gemalingga meminta Aga mampu menjaga tren positif Gemalingga. Masyarakat Purbalingga tetap menjadi perhatian utama dalam melaksanakan program-program kerja organisasi.
Dhimas Agung Ramadhan, koordinator Steering Comitte (SC) Kongres mengemukakan Gemalingga merupakan organisasi pemuda yang mampu menjadi poros dalam pembangunan daerah Purbalingga.
http://www.braling.com/aga-sukma-pimpin-gemalingga.purbalingga
Siapkan Empat Program, Gemalingga Diminta Kompak
PURBALINGGA – Pengurus Gerakan Mahasiswa Purbalingga atau Gemalingga periode 2014-2015 merancang empat program besar. Yakni program pendidikan, seni budaya, olahraga dan politik.
Itu diutarakan saat Gemalingga berdiskusi dengan Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Sabtu (9/2). Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Subeno hadir.
Demisioner Gemalingga, Hervan juga memperkenalkan pengurus baru. Ketua Gemalingga, Aga Sukma, Sekjen Awang Adin, Bidang Kesekretariatan, Bidang Pendidikan Amalia Faradilla, Bidang Sosial Ridha Aziztian dan Bidang Kebudayaan Seivian Ginanta.
Bupati Sukento berharap Gemalingga menebarkan virus kebaikan di masyarakat. Ia mengaku menyayangkan banyaknya orang yang memanfaatkan media sosial untuk menghujat.
“Andai kata orang tuanya diperlakukan seperti itu apakah tidak akan sakit hati, dan apabila tidak sakit hati maka orang tersebut sudah tidak punya naluri sebagai manusia,” kata Sukento
Subeno berharap organisasi Gemalingga bisa semakin kuat. “Koordinasi dan kerjasama sangat penting untuk mensukseskan suatu kegiatan,” kata Subeno.
Sukento Berharap Gemalingga Sebarkan Virus Kebaikan Melalui Media Sosial
PURBALINGGA - Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) sebagai organisasinya mahasiswa Purbalingga diharapkan dapat menebarkan virus kebaikan di masyarakat. Penebaran virus kebaikan ini bisa lewat media sosial twiter, facebook, BlackBerry Messenger dan penyampaian pesan kepada komunitasnya.
Dengan citra yang baik diharapkan para investor akan datang ke Purbalingga, adapun roda perekonomian semakin cepat berputar. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaedrianto, Minggu, (9/2/2014).
Sukento sangat prihatin kepada segelintir masyarakat (oknum) yang memanfaakan media sosial hanya sebagai ajang hujat-menghujat.
"Andaikata orangtuanya diperlakukan seperti itu apakah tidak akan sakit hati, dan apabila tidak sakit hati maka orang tersebut sudah tidak punya naluri sebagai manusia," paparnya.
Kalau hanya bisanya menghujat dan menjelek-jelekan pemerintah lanjut Sukento apakah ini yang dinamankan membangun Purbalingga? Padahal untuk membangun dibutuhkan citra yang positif, sehingga investor mau datang.
Sumber: TRIBUNJATENG.COM
Gerakan Mahasiswa Purbalingga Turut Memberantas Buta Aksara

PURBALINGGA - Agar menjadi organisasi yang baik maka harus menerapkan prinsip-prinsip menajemen organisasi. Tanggung jawab ketua dalam hal ini presidium bisa di bagi habis di masing-masing bidang, Ketua hanya sebagai koordinator. Selain itu organisasi harus bisa menjalin koordinasi dan kerjasama dengan dinas atau instansi terkait.
"Koordinasi dan kerjasama sangat penting untuk mensukseskan suatu kegiatan," ujar Staff Ahli Bupati Purbalingga, Subeno, Minggu, (9/2/2014).
Dia menjelaskan, ada empat program kerja yang akan dijalankan Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) yakni, program pendidikan, seni budaya, olahraga dan politik.
"Program pendidikan mencakup pemberantasan buta aksara, yang pelaksanaannya pada liburan semester, program seni budaya akan mengadakan pesta rakyat, olahraga akan mengadakan kompetisi futsal antar sekolah dan politik akan mengadakan seminar dalam rangka mensukseskan tahun politik tahun 2014," paparnya.
Sumber: TRIBUNJATENG.COM










